Tampilkan postingan dengan label Pengatahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengatahuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2009

Tepung dari limbah udang & tepung ikan

Tepung ikan dan bungkil kedelai merupakan sumber protein utama yang saat ini sering digunakan dalam peternakan unggas. Sayangnya, sebagian besar bahan pakan tersebut masih diipor. Hal ini disebabkan karena keterbatasan produksi dalam negeri dan persaingan dalam penggunaannya. Untuk itu perlu dicari bahan sumber protein baru yang memiliki kualitas dan kuantitas seperti tepung ikan atau bungkil kedelai. Menurut Susana Widjaja (1993), salah satu pilihan sumber protein adalah tepung limbah udang.

Tepung limbah udang merupakan limbah industri pengolahan udang yang terdiri dari kepala dan kulit udang. Proporsi kepala dan kulit udang diperkirakan antara 30-40% dari bobot udang segar. Faktor positif bagi tepung limbah udang adalah karena produk ini merupakan limbah, kesinambungan penyediaannya terjamin sehingga harganya akan cukup stabil dan kandungan nutrisinya pun bersaing dengan bahan baku lainnya. Dalam banyak hal ini lebih baik dibandingkan dengan tepung ikan yang bersifat musiman sehingga pada musim tertentu ikan sulit ditangkap dan harganya menjadi mahal. Besaran nisbah harga/protein untuk tepung limbah udang dan tepung ikan adalah 19,87 dan 23,79. Semakin kecil semakin ekomonis, sebab makin sedikit harga yang harus dibayar untuk setiap satuan protein. Kelemahan tepung limbah udang terletak pada kandungan asam amino paling kritis yang lebih rendah dibanding tepung ikan. Selain itu serat kasarnya relatif lebih tinggi, sebab diikutsertakannya kulit yang banyak mengandung khitin (faktor pembatas untuk tingkat penggunaan yang lebih tinggi dalam pakan ayam petelur). Melihat kemungkinan strategis dan harga yang cukup bersaing, sudah banyak dilakukan analisis mengenai kandungan nutrisi tepung limbah udang. Suatu penelitian juga telah dilakukan beberapa tahun lalu, untuk memastikan tingkat penggunaan yang optimum dalam pakan ayam petelur serta memperhitungkan kemampuan substitusi untuk mengurangi ketergantungan yang bersifat penuh pada tepung ikan impor. Pakan penelitian tersebut terdiri dari bahan baku yang lazim dipakai untuk penyusunan pakan ayam, kecuali penggunaan tepung limbah udang sebagai komponen baru. Untuk mempertahankan nilai nutrisi bahan baku, dalam penyusunan ransum ditambahkan premik sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Titik perhatian terutama pada komposisi asam amino dan imbangan energi-protein. Analisis laboratorium memperlihatkan komposisi yang tidak jauh berbeda untuk erat kasar, lemak, protein kasar, kalsium, phospor dan kadar air. Penggunaan tepung limbah udang tidak mempengaruhi konsumsi pakan, score Haugh Unit dan tebal kerabang telur, karena kandungan nutrisi bahan pakan yang hampir sama. Penggunaan tepung limbah udang juga dapat meningkatkan score warna kuning telur dan produksi telur dan produksi telur. Ini disebabkan karena tepung limbah udang mengandung zat warna astaxanthin yang mempengaruhi pigmentasi pada warna kuning telur. Secara keseluruhan tepung limbah udang dapat dipakai sebagai pengganti tepung ikan atau bungkil kedelai sampai batas tingkatan 12%.

sumber : poultryindonesia

Baca Selengkapnya...

Read more...

Minyak goreng dari dedak

Minyak dedak ternyata banyak khasiatnya. Minyak yang dihasilkan dari ekstraksi dedak padi ini dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin, antioksidan serta nutrisi yang diperlukan tubuh manusia. Bahkan minyak dedak dapat diolah menjadi minyak goreng yang mutunya lebih baik dari minyak kelapa, minyak sawit maupun minyak jagung.
Minyak dedak ternyata banyak khasiatnya, karena mengandung sekitar 350 ppm tokotrienol yang termasuk ke dalam golongan vitamin E, dan berperan sebagai antioksidan alami yang kuat. Disamping itu minyak dedak juga mengandung 2,0% gama-orizanol dan komponen lainnya yang dapat menurunkan kolesterol, mencegah arteriosklerosis, dan menghambat waktu menopause. Umumnya dedak (bran) merupakan hasil samping dari setiap proses penggilingan padi pada lapisan luar maupun dalam dari butiran padi.

Minyak yang dihasilkan dari ekstraksi dedak padi, yang lebih dikenal dengan nama Rice Bran Oil ini, dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin, antioksidan serta nutrisi yang diperlukan tubuh manusia. Bahkan minyak dedak dapat diolah menjadi minyak goreng yang mutunya lebih baik dari minyak kelapa, minyak sawit maupun minyak jagung.

Ada dua faktor utama dalam pengolahan dedak menjadi minyak yaitu stabilisasi secara kimiawi maupun dengan menggunakan panas. Perlakuan ini bertujuan untuk menghancurkan enzim lipase yang ada dalam dedak, sehingga rendemen minyak meningkat dan menurunkan kadar asam lemak bebas. Selanjutnya pengolahan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut yang mudah menguap. Ini merupakan cara yang terbaik untuk mengambil minyak dedak dengan kadar kurang dari 25%. Hasil ekstraksi kemudian dipisahkan dari pelarut melalui penguapan dengan etanol dan n-heksan. Setelah terpisah, ampasnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Selanjutnya minyak dedak hasil dari ekstraksi dipurifikasi atau dimurnikan. Pemurnian minyak dedak tidak jauh berbeda dengan pemurnian minyak nabati lainnya, dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa lilin, asam lemak bebas, perwarna, dan bau. Hasil penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian menunjukkan bahwa rendeman minyak dedak yang dihasilkan sekitar 14-17%, dengan kandungan protein ampas dedak hasil ekstraksi 11-13%.

Harga minyak dedak dunia berkisar antara US$ 12-14 per liter dengan pasar utamanya Jepang, Korea, Cina, Taiwan dan Thailand. Berarti minyak dedak telah digunakan secara luas sebagai minyak makan berkualitas terbaik. Saat ini produksi minyak dedak dunia berkisar 1,0-1,4 juta ton per tahun. Produsen utamanya adalah India, Cina, Jepang dan Myanmar. India sendiri mampu memproduksi minyak dedak 700-900 ribu ton minyak dedak tiap tahun.

Bila kadar air Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 14%, maka setiap penggilingan padi akan menghasilkan sekam 18-20%, dedak 8-10% dan beras 47-60%. Bila produksi padi di Indonesia tahun 2006 sebesar 50 juta ton saja, maka dedak yang dihasilkan berkisar 5 juta ton. Suatu jumlah yang sangat berlimpah sehingga perlu usaha-usaha untuk memanfaatkan dedak tersebut.

sumber:kesed.wordpress.com
Baca Selengkapnya...

Read more...

Selasa, 31 Maret 2009

Manfaat Olah Raga

Berolahraga ternyata dapat menimbulkan perasaan bahagia, berpikiran jernih bahkan jika dilakukan sedikitnya 10 menit setiap hari dapat membuat mental menjadi lebih sehat. Tapi ini bukan berarti pasien RSJ yang selalu olahraga akan membaik mentalnya dengan selalu berolahraga. Untuk kasus pasien Rumah Sakit Jiwa tentunya berbeda karena mereka mentalnya sudah terlanjur tidak sehat.

Selain itu olahraga membuat peredaran darah menjadi lancar, dapat menurunkan kolesterol karena membakar lemak dan kalori juga mengurangi risiko darah tinggi dan obesitas. Bahkan menurut Daniel Landers, seorang profesor pendidikan olahraga dari Arizona State University menemukan manfaat lain olahraga untuk otak manusia. Menurut Daniel Landers, manfaat olahraga terhadap otak sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan otak
Latihan fisik yang rutin dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Karena olahraga bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal ini dapat mendorong reaksi fisik dan mental yang lebih baik.

2. Membantu menunda proses penuaan
Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya makan penurunan mental kian lambat. Kabarnya, banyak orang merasakan manfaat aktivitas itu setelah sembilan minggu melakukannya secara teratur tiga kali seminggu. Latihan ini tidak harus dilakukan dalam intensitas tinggi. Cukup berupa jalan kaki di sekitar rumah.

3. Mengurangi stres
Olahraga dapat mengurangi kegelisahan. Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu Anda mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat Anda lebih cepat mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari merupakan cara terbaik mengurangi stres.

4. Menaikkan daya tahan tubuh
Jika Anda senang melakukan olahraga meski tak terlalu lama namun sering atau lama namun dengan santai melakukannya, maka aktivitas itu bisa meningkatkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenalin, serotonin, dopamin, dan endorfin. Hormon ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Studi yang dilakukan di Inggris memperlihatkan bahwa 83 persen orang yang memiliki ganguan mental mengandalkan olahraga untuk meningkatkan mood dan mengurangi kegelisahan.

5. Memperbaiki kepercayaan diri
Umumnya semakin mahir seseorang dalam suatu jenis aktivitas, maka kepercayaan diri pun akan meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak melakukan kegiatan serupa.

sumber:simplyeko.com
Baca Selengkapnya...

Read more...

Rabu, 25 Februari 2009

Kenapa Atlet Renang Harus Mandi Pancuran?

Menonton atlet renang di Olimpade Beijing memang tidak membosankan. Tapi ada satu pemandangan yang serupa di olahraga ini di seantero dunia. Setiap kali perenang itu usai berlaga, selalu saja mereka senang bermandi shower dengan guyuran air di pinggir kolam. Ini juga berlaku pada penyelam, dan pelompat indah.
Mengapa mereka suka sekali mandi air pancuran setiap habis bertanding di kolam renang? Sejumlah teori dipaparkan oleh para ilmuwan. Ada yang berpendapat bahwa atlet-atlet itu perlu membersihkan kandungan klorin dari rubuh mereka. Ada juga yang berpendapat mereka hanya ingin bersenang-senangn saja


Otot Tegang
Tapi seorang analis selam, Cynthia Potter, punya teori lain. Menurutnya, penyelam dan perenang butuh mandi pancuran sebab mereka harus menghangatkan otot-ototnya begitu keluar dari air. Suhu di air kolam berbeda dengan udara sekitarnya. Suhu air kolam lebih hangat daripada suhu udara di permukaan. Perbedaan ini bisa menyebabkan otot menegang. Untuk menghindarinya maka atlet tersebut menghangatkan diri dengan air pancuran yang baru saja keluar.

Baca Selengkapnya...

Read more...

Followers

Text

  ©Template by Dicas Blogger.